Inovasi Kampus Bersih dan Cerdas: Dosen TI Universitas Tadulako Sukses Implementasikan 'Smart Bin' Berbasis IoT (SIBI)
PALU – Perguruan tinggi sejatinya bukan sekadar tempat mencetak lulusan, melainkan juga laboratorium inovasi untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat. Membawa semangat tersebut, tim dosen dari Jurusan Teknologi Informasi (TI) Universitas Tadulako (Untad) sukses menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan meluncurkan program "Sosialisasi Implementasi Smart Bin Berbasis IoT (SIBI)".
Kegiatan yang berlangsung antusias di lingkungan Jurusan TI Untad pada Rabu, 7 Oktober 2026 ini dilakukan kepada unsur jurusan, dosen, mahasiswa, staf akademik, hingga para petugas kebersihan kampus.

Keterangan Gambar: Suasana kegiatan sosialisasi implementasi SIBI yang dipaparkan oleh perwakilan tim dosen kepada mahasiswa dan civitas akademika Jurusan TI Untad.
Inovasi SIBI lahir dari observasi panjang terhadap sistem manajemen kebersihan di area kampus yang masih berjalan konvensional. Selama ini, petugas kebersihan harus melakukan patroli rutin untuk memeriksa kapasitas setiap tong sampah satu per satu. Metode blind-check ini dinilai sangat tidak efisien dan menguras tenaga. Tidak jarang, petugas melewatkan tempat sampah yang sudah penuh hingga meluber, yang berujung pada terganggunya estetika lingkungan, munculnya bau tak sedap, dan berpotensi menjadi sarang penyakit.
Menjawab keresahan tersebut, tim akademisi Jurusan TI Untad merancang Smart Bin atau tempat sampah pintar yang diotaki oleh teknologi Internet of Things (IoT). Secara teknis, SIBI bukanlah tempat sampah biasa. Di bagian penutup atau bibir tempat sampah, tim dosen menyematkan mikrokontroler canggih yang terhubung dengan sensor.
Cara kerjanya pun sangat praktis. Ketika sensor mendeteksi bahwa volume sampah telah menyentuh persentase batas maksimal (misalnya 90% penuh), mikrokontroler akan memproses data tersebut dan mengirimkannya melalui jaringan internet nirkabel (Wi-Fi). Dalam hitungan detik, sistem akan secara otomatis mengirimkan pesan notifikasi peringatan langsung ke sistem website milik petugas kebersihan.
Langkah inovatif ini mendapat dukungan dan apresiasi penuh dari pihak institusi. Ketua Jurusan Teknologi Informasi Untad, menegaskan bahwa adanya teknologi SMART BIN SIBI ini adalah batu loncatan penting menuju visi Smart Campus dan Green Campus di Universitas Tadulako.
"Karya inovasi pengabdian ini membuktikan bahwa dosen TI Untad tidak hanya unggul di ruang-ruang kelas, tetapi juga peka terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Penggunaan IoT untuk fasilitas publik kampus seperti ini adalah langkah digitalisasi nyata. Kami berharap Jurusan TI bisa menjadi role model (percontohan) pengelolaan fasilitas modern bagi fakultas-fakultas lain," tegasnya.

Keterangan Gambar: Tim Pengabdian Melakukan Sosialisasi secara langsung kepada pihak jurusan.
Ketua Tim Pengabdian Jurusan TI Untad menjelaskan bahwa SIBI dirancang untuk menjembatani teori teknologi informasi dengan kebutuhan operasional kampus sehari- hari.
"Kami ingin menghadirkan teknologi yang membumi dan aplikatif. Melalui SIBI, rute kerja petugas kebersihan tidak lagi berdasarkan tebakan atau jadwal buta, melainkan data- driven (berbasis data). Mereka hanya perlu mendatangi titik-titik tempat sampah yang mengirimkan notifikasi. Ini menghemat waktu, tenaga, sekaligus memastikan lingkungan kampus bebas dari pemandangan sampah yang berserakan," urainya di sela-sela sesi demonstrasi alat.
Langkah inovatif ini mendapat dukungan dan apresiasi penuh dari pihak institusi. Ketua Jurusan Teknologi Informasi Untad menegaskan bahwa peluncuran SIBI adalah batu loncatan penting menuju visi Smart Campus dan Green Campus di Universitas Tadulako.
"Karya inovasi pengabdian ini membuktikan bahwa dosen TI Untad tidak hanya unggul di ruang-ruang kelas, tetapi juga peka terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Penggunaan IoT untuk fasilitas publik kampus seperti ini adalah langkah digitalisasi nyata. Kami berharap Jurusan TI bisa menjadi role model (percontohan) pengelolaan fasilitas modern bagi fakultas-fakultas lain," tegasnya.

Keterangan Gambar: Pengenalan langsung penggunaan Smart Bin kepada staf akademik di lingkungan Jurusan TI Untad.
Manfaat dari SIBI langsung dirasakan oleh target utamanya. Salah seorang perwakilan petugas menyampaikan rasa syukurnya atas inovasi ini. "Terus terang alat ini sangat
meringankan pekerjaan fisik kami. Kadang kami capek keliling kampus mengecek tong sampah, padahal isinya masih kosong. Sekarang, kerjanya jadi lebih pasti karena seperti ada yang memberi tahu kita kalau memang sampahnya sudah waktunya diangkut," ceritanya.
Melihat respons positif dari sivitas akademika, tim dosen pengabdi tidak lantas berpuas diri. Ke depannya, mereka berencana untuk terus mengevaluasi ketahanan alat ini di ruang terbuka serta menyempurnakan fitur-fiturnya. Tim Pengabdi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Universitas Tadulako, khususnya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terhadap dukungannya dalam perancangan alat dan sosialisasi melalui Program Hibah DIPA Universitas Tadulako Skema Diseminasi Hasil Penelitian Tahun 2026.
Dengan keberhasilan implementasi awal SIBI ini, Jurusan TI Untad telah membuktikan bahwa teknologi masa depan bisa dimulai dari hal yang paling sederhana: menjaga kebersihan lingkungan tempat kita belajar.